Pengembangan Early Warning System Terintegrasi dengan Remote Base Station AIS-Polbeng untuk Keselamatan Pelayaran Kapal Tradisional di Wilayah Selat Malaka (Lanjutan Tahun ke-2)

Depandi Enda
2024

Informasi Dasar

  • Skema: Penelitian Terapan - Jalur Hilirisasi
  • Mitra: Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Bengkalis
  • Tahun: 2024
  • Jenis: Penelitian

Tim Pelaksana

  • Ketua: Depandi Enda
  • Anggota:
    Supria M. Nur Faizi Romadhoni

Informasi Pendanaan

Sumber Pendanaan
Dirjen Vokasi Kemdikbud
Jumlah Pendanaan
Rp 77.800.000

Abstrak

Merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 7 Tahun 2019 dan peraturan IMO tentang penggunaan perangkat AIS, menyatakan bahawa perangkat AIS wajib dipasang bagi kapal penumpang, kapal barang dengan ukuran paling rendah 35GT dan kapal ikan minimal 60GT. Namun, bagi kapal-kapal dengan ukuran yang lebih kecil dari 60GT juga sangat disarankan untuk melengkapi peralatan AIS untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran. Hal ini berdasarkan dari beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di laut yang banyak melibatkan kapal nelayan tradisional yang minim sarana keselamatan seperti peralatan navigasi dan perangkat AIS. Oleh karena itu, peranan perangkat AIS untuk keselamatan para nelayan dalam beraktivitas di laut sangatlah besar, terutama dalam mencegah kecelakaan tabrakan kapal, illegal fishing dan proses penyelamatan operasi SAR. Biaya peralatan AIS yang mahal menjadi masalah bagi nelayan penangkap ikan untuk membeli perangkat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat AIS alternatif dengan harga lebih terjangkau berbasis Lora yang memiliki fungsionalitas hampir sama dengan perangkat AIS standar. Perangkat LoRa Transponder yang dibuat juga dapat terintegrasi dengan sistem AIS-POLBENG yang telah ada, sehingga dapat mempermudah petugas dalam melakukan aktivitas monitoring dan memberikan peringatan dini kemungkinan bahaya yang mungkin terjadi selama aktivitas pelayaran kepada kapal nelayan tradisional yang telah dilengkapi oleh alat tersebut. Hasil implementasi sistem menunjukan bahwa Early Warning System yang dibangun telah berfungsi dengan sebagaimana mestinya, perangkat transponder telah berhasil mengirimkan data-data sensor dan lokasi ke gateway tiap 30 detik dengan ukuran data sebesar 115 bytes dengan perangkat diatur pada kelas C. Perangkat gateway juga telah berhasil mengirimkan data status ke LoRa Transponder, berupa data 01, 02, 03 yang masing-masing data memiliki arti status waspada, hati-hati dan bahaya.