Rancang Bangun Aplikasi Realtime Monitoring Lalu Lintas Kapal di Perairan Selat Melaka Berbasis Automatic Identification System

Depandi Enda
2021

Informasi Dasar

  • Skema: Research Collaboration
  • Mitra: PUI KEKAL - ITS, PENS
  • Tahun: 2021
  • Jenis: Penelitian

Tim Pelaksana

  • Ketua: Depandi Enda
  • Anggota:
    Agustiawan Ir. Muhammad Milchan (PENS) Emmy Pratiwi (ITS)

Informasi Pendanaan

Sumber Pendanaan
PNBP Polbeng
Jumlah Pendanaan
Rp 15.000.000

Abstrak

Selat Melaka adalah salah satu selat internasional yang terpenting di dunia dan juga merupakan tempat yang sangat strategis dalam perdagangan dunia. Sebagai tempat yang sangat strategis dalam perdagangan dunia, Selat Malaka menghadapi berbagai macam masalah seperti masalah keamanan, pengolahan lalu lintas, penangkapan ikan yang bersifat merusak dan penangkapan ikan ilegal, penambangan pasir secara ilegal, reklamasi pantai, degradasi zona kehidupan di sekitar pantai, seperti rusaknya hutan mangrove, hancurnya karang, erosi pantai akibat aktivitas manusia dan faktor alamiah, perselisihan masalah batas teritorial, kecelakan kapal dan kapal karam. Permasalahan ini telah menjadi isu nasional dan butuh perhatian yang serius dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang bersinggungan langsung wilayahnya dengan perairan Selat Melaka. Sebagai wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Selat Melaka, Bengkalis memiliki peran penting dalam aktivitas pemantauan dan pengawasan di perairan Selat Melaka. Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan sebuah aplikasi monitoring yang dapat memantau lalu lintas kapal yang melintas di perairan Selat Melaka. Penelitian ini berfokus pada rancang bangun aplikasi realtime monitoring lalu lintas kapal di perairan Selat Melaka berbasis Automatic Identification System (AIS). Uji coba aplikasi dilakukan dengan durasi uji coba selama 66 detik dengan total data yang dikirim sebanyak 271 paket. Hasil pengujian menunjukkan bahwa presentase akurasi dan total paket data ais secara realtime yang terkirim sebesar 100%. Dimana data yang dikirim memiliki rata-rata delay pengiriman data 5,06 detik. Adapun total data yang tersimpan ke database melalui proses penyaringan data yaitu sebesar 10608 bytes, sedangkan tanpa melalui proses penyaringan data sebesar 13008 bytes, sehingga diperoleh efesiensi penyimpanan data sebesar 18.45%. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma penyaringan data yang dirancang pada penelitian ini dapat digunakan untuk menghemat media penyimpanan data AIS.